Buku Paradoks Demokrasi Indonesia membahas pertentangan antara ideal demokrasi dan praktik di lapangan. Secara prinsip, demokrasi bertumpu pada adu gagasan dan visi kebijakan. Namun dalam realitas, dukungan politik sering dipengaruhi distribusi bantuan sosial, sehingga popularitas lahir dari kedekatan material, bukan kekuatan ide. Buku ini juga menyoroti politik kultus, ketika figur lebih diagungkan daripada gagasannya. Akibatnya, ruang diskusi rasional menyempit dan pilihan publik lebih emosional daripada berbasis penilaian program.