**Deskripsi Produk (±800 huruf)**
Karya kriya ini merupakan potret yang diukir pada **daun jati kering** menggunakan teknik cukil manual dengan silet atau cutter. Inspirasi utamanya berasal dari konsep **Wayang Kulit**, di mana gambar tidak digambar atau dicat, melainkan dibentuk dari ruang-ruang yang dipotong sehingga cahaya dapat menembusnya. Teknik tersebut menghadirkan karakter visual yang halus, kontras, dan penuh detail, sebagaimana estetika bayangan pada wayang.
Setiap goresan pada daun dikerjakan dengan ketelitian tinggi karena media daun memiliki serat alami yang rapuh dan tidak dapat diperbaiki jika terjadi kesalahan. Hal ini menjadikan setiap karya bersifat **unik dan tidak dapat dibuat identik**. Selain menjadi karya seni, kriya daun jati ini juga menyampaikan pesan tentang hubungan manusia dengan alam—bahwa sesuatu yang sederhana dari alam dapat diolah menjadi karya bernilai artistik tinggi.